Install theme
3 months ago
yang terkenang bisa terlupa.. yang tertulis bisa terbaca lagi..
— (via revolutionofjune)
Permalink Reblogged from revolutionofjune 10 notes
4 months ago

Hujan Luar-Dalam

Halo, Hati. Sudah lama tak tersiram. Kamu terlihat layu, kusam, dan muram. Eh, tunggu dulu. Itu apa yang menyala-nyala, perlahan-lahan seperti menghampirimu. Seakan memberi harapan akan datangnya hujan. Ah ya, petir.

Di luar sana hujan pun turun, dengan petir yang menyambar-nyambar dan air yang meluap-luap. Semesta seakan menyetujui petir menghampirimu, Hati.

Permalink 2 notes
6 months ago

I’m Done with Matek I

Thank God It’s Thursday, when my friend texted me, asking “Del, matek dapet A?”, and suddenly suprised of what he said to me. I couldn’t believe, so i decided to check SINO, and yeay I got B. Alhamdulillah.

I’m done with Matek I, and welcoming the next chapter of Matek: Matek II.

Permalink 1 note
6 months ago

Hore Dapet C…

Sebuah percakapan setelah melihat nilai Rangkaian Logika dan Teknik Digital (yang selanjutnya disebut RLTD)
K: “Eh Adel kok bisa dapat C?”
A: “Karena aku memang enggak ngarep dapet A. Udah sebanding kok dengan usaha belajarku yang asal-asalan ini.”

Heuheu.
Ya begitulah. Untungnya tidak menggantungkan harapan akan dapat nilai A, at least B, pada mata kuliah RLTD ini. Jadi kalau kecewa, enggak sakit-sakit amat. Justru senang, ternyata ekspektasiku dapet nilai C ini memang benar. :))

6 months ago

Ketuk Pintu Itu

"Tok..tok..tok.."
Terdengar suara ketukan pintu yang membuatku beranjak dari tempatku duduk. Kawan lamaku ternyata. Dulu, hampir setiap hari ia berkunjung ke rumahku. Entah mengapa akhir-akhir ini ia sangat jarang berkunjung lagi. Senang rasanya menerima ia kembali berkunjung ke rumahku.

Ya, kira-kira begitupula dengan Allah. Ia menunggu hamba-Nya mengetuk-ngetuk pintu kebaikan-Nya, pintu rejeki-Nya, maupun pintu taubat-Nya. Allah Al-Fattaah, Maha Pembuka Pintu Rahmat.

Sewaktu kecil, seorang anak dididik oleh orang tuanya untuk senantiasa berdoa memohon segala sesuatu kepada-Nya. Seiring berjalannya waktu, dan lingkungan pun yang mempengaruhi anak itu semakin lama semakin jauh, dan enggan memohon kepada-Nya; enggan mengetuk pintu-Nya.

Padahal, Allah menunggu setiap ketukan dari hamba-Nya— dari setiap doa yang mereka kirimkan. Tidak perlu malu memohon (terlebih karena sudah jarang berdoa kepada-Nya), karena Allah pun malu melihat hamba-Nya menengadahkan tangan memohon kepada-Nya.

"Ketuklah pintu-Nya sesering mungkin, maka ia akan terbuka lebar." - (@luluiii)

Permalink 3 notes
7 months ago

Panikan

Tau panik kan? Tau kan?
Sepertinya aku sedang panik. Panik akan semua hal. Tepatnya, panik akan hal-hal yang belum terlaksana.

Exam is coming, dan aku panik. Panik akan 9 mata kuliah yang akan diujiankan, yang sudah kupelajari satu semester, tapi aku merasa enggak dapet apapun. Kebiasaan panik menjelang ujian memang, dan kebiasaan pula belajar sistem kebut semalam. Gak boleh gitu ya!!!

Dan kepanikan ini membuatku ingin buru-buru melewatkan ujian ini. Ayolah ujian, cepat berlalu. Aku nggak mau kepanikanku ini berlarut-larut.

Tapi pertanyaannya, SUDAH SIAP UJIAN? HA HA HA.

Permalink 1 note
8 months ago

Mateklah Aku.

Aku suka belajar matematika. Dulu.
Sejak kenal dengan mata kuliah yang namanya Matek (Matematika Teknik), rasa sukaku mulai terkikis. Matek itu, di kala kuis, UTS dan UAS bobot deg-degannya sama aja. Padahal di mata kuliah lain, ketika kuis dengan UTS atau UAS itu beda banget rasa deg-degannya. Kalau ada rentang bobot deg-degan 1 sampai 10, kuis Matek menempati angka 5, dan UTS 8 sedangkan UAS 10. Hahaha, ada ya.

Ini didukung oleh sindrom semester 3 yang ‘katanya’ menyulap mahasiswa menjadi pada santai bin males-malesan, ya tambah terkikis deh itu rasa sukaku pada matematika.

ini baru Matek I. Belum Matek II dan mata kuliah keelektroan lainnya; Instalasi (yang katanya tiap bikin instalasi harus di-‘sidang’-kan pada dosen secara empat mata), Termodinamika (mata kuliah yang dapat menyebabkan nilai BL untuk satu kelas jika proyek tidak selesai akhir Desember. Dan sampai sekarang proyek itu belum tersentuh juga), Mesin-Mesin Listrik, dan masih banyak!!

Well, i should say:
"Welcome to the jungle"

Permalink 1 note
8 months ago

Jangan Jadi Robot

Meninggalkan rumah dengan secuil harapan akan raga masih berada di balik selimut, ah, aku hanya menghayal. Ragaku ‘dipaksa’ bangun untuk menjejali dunia yang jahat. Menurut orang lain tidak ada yang salah memang. Semua orang melakukannya. Tapi menurutku, karena semua orang melakukan inilah rutinitas ini menjadi menyebalkan.

Bagaimana tidak, aku (ya, lagi-lagi) ‘dipaksa’ menjalani rutinitas seperti robot. Bangun-mandi-sarapan-kuliah-pulang-mandi-tidur-bangun. Hanya punya dua hari untuk menjadi manusia seutuhnya; Sabtu dan Minggu. Ya, hanya di hari itu aku bisa bebas melakukan yang kumau. Mendengarkan musik seharian penuh, membaca kicauan orang setiap hari, dan ini yang paling penting: makan makanan buatan mama. Ketahuilah, aku jarang membawa bekal ke kampus.

Aku bukan robot. Aku butuh tiga Sabtu dan Minggu dalam seminggu. Biar satu hari saja ragaku ‘dipaksa’ menjadi robot. Ah, lagi-lagi menghayal.

Permalink 3 notes
11 months ago

Maturity

Well, i’m not mature enough to tell y’all about the maturity. I just wanna share what on my mind is—about maturity.

I think being mature is cool. You know you’re already mature when you start to “What the hell y’all just talkin’ about, eh?”
I think being mature is beautiful. For girls, you know you’re already mature when you start to think about your future (education, red), instead of thinking about those ‘whoaaa yo cool guy, man!’
I think being mature is mature.

This all is just about time. Time goes by, people changes. And the world needs to be changed, by your attitude, your maturity.

1 year ago

Senang Bermimpi

Lagi senang bermimpi nih. Kayak anak kecil aja ya, punya segudang mimpi. Ya selama bermimpi itu gratis, maka bermimpilah. Heheee..

Sekarang lagi mimpiin cita-cita. Tumben-tumbenan mikirin cita-cita, padahal tiap ditanya “Adel cita-citanya mau jadi apa?”, saya cuma bisa nyengir dan bilang “eh…. nganu…. bingung”.

Tiba-tiba kepikiran buat kerja di media cetak. Jadi jurnalis atau editor di suatu media cetak, sepertinya pekerjaan yang mengasyikkan! Dikejar deadline, ngejar-ngejar narasumber, dan hal-hal yang-‘mungkin’-bagi-mereka-sendiri-adalah-hal-yang-sulit, masih menjadi pekerjaan yang mengasyikkan dalam kepalaku.

Mau nyambung atau nggak nyambung sama jurusan kuliah yang saya ambil, gak jadi masalah sih. Kemarin, saya ikut pelatihan jurnalistik gitu, pembicaranya lulusan Teknik Geologi ITB dan sekarang menjadi wakil pemred Pikiran Rakyat. Uwooh, saya langsung terkesima!

Aneh memang umur segini saya masih belum tahu “mau jadi apa saya?”. Tapi, ya memang begini, saya masih senang bermimpi. Itu saja kok.

Permalink 1 note
1 year ago

Puisi: Influenza

Di saat pohon dikorbankan untuk menyimpan mucus. Di saat waktu tidur siangmu terganggu karena antrean mucus yang terhambat di rongga hidung. Di saat peradangan hebat pada tenggorokanmu mengganggumu berbicara.

Tidak enak, kan?

Di saat kamu telah diberi kesehatan, apa yang kamu perbuat? Di saat antrean mucus itu hilang, apa yang kamu hirup? Di saat peradangan kalah, apa yang kamu ucapkan?

Permalink 1 note
1 year ago

Joni dan Susi dijajah teknologi. Teknologi menang.

Theme developed by Funkytional